Ini adik saya sekarang, Dia kuliah jurusan Perawat di Jakarta.
Anak Bontot kesayangan Papah ini manja banget, kalo ada maunya ya harus, udah gitu malesnya minta dihajar deh, Gak mau namanya Nyuci Piring, Nyapu, Ngepel dan yang lain.
Kerjanya kalo dirumah, ya Nonton tv sambil tiduran, Makan sambil Maen HP, udah gitu terus suka ngayap pulangnya gatau waktu...
Suka malakin Kakaknya yaitu gw sendiri, minta jajan ini, jajan itu emang dasar suka jajan .
Gatau kenapa dia jadi ambil Jurusan perawat ya, padahal dia takut banget sama Mobil Ambulan apalagi sama Mayat.
Yang ini Abang saya Cowok satu satunya anak laki-laki keturunan orang tua saya, Cuma lulusan SMK gak tertarik sama yang namanya perkuliahan, kata dia sih, Kuliah itu susah dan ngabisin duit.
Fikirannya masih pendek banget belom bisa mikir kedepan, Pernah ikut Papah Berlayar sekitar 1 tahun, tapi berhenti karena gak kuat dan mabok laut. Mamah juga ga tega kalo dia kerja di kapal begitu.
Akhirnya kerja di KBN PT. PUKU BENANG SARI, Lumayan lama sekitar 5 Tahunan dari 2011 sampai 2016, Berhenti karena Perusahaanya Bangkrut.
Kakak yang ngeselin, cepet banget ngambeknya, kalau udah marah kaya orang kesetanan enggak tau tempat dan enggak kenal oranng.
Dari kecil tidu bareng dia, Misah pas kelas 3 SMP karena sudah sama sama besar, akhirnya dia punya kamar sendiri tapi saya harus tidur sama Tante, karena ada tante yang merantau dan menetap dirumah kami.
Sekarang dia Pengangguran, kerjaannya dirumah Mainan Burung dara dan ngurusin Ayam Papah, Sekalian bantu jaga Nayla dan Jaga warung mamah.
Memang terkadang sikap kasar dan egoisnya membuat hati jengkel, tapi itu hanyalah pelengkap, bukan inti dia yang sesungguhnya.
Pintar lebih tepatnya cerdas, dalam hitung-hitungan, dan bisa diandalkan dalam urusan Rumah tangga, Beres-beres, Memasak bahkan sampai Cuci mencuci, semua bisa dilakukan dengan Sempurna.
Ini dia calon Suamiku, Laki-laki yang sudah aku pilih untuk menemani perjalanan hidupku, susah senang akan kami lewati, butuh waktu panjang untuk bertemu dengannya, begitupun dia, dan kami sangat bersyukur karena telah dipertemukan sebagai seorang wanita dan laki-laki yang saling menjaga juga menyayangi.
Ini dia, Mereka, Kedua orang tuaku, yang selama ini meberikan arti kehidupan untuk kami, Anak-anak nakalnya.
Papah, Namanya sangat singkat yaitu Arsyad, biasa di panggil Aco, Dia seorang Pelaut domistik, membiayai hidup kami dengan Berlayar sebagai Kapten.
Pulang ke Rumah setiap Dua Minggu sekali, terkadang sebulan sekali, Umurnya yang sudah semakin tua, membuat tenaganya bahkan semua badannya Kendur ( Melemah ), tapi dia tidak pernah mengelu, semua dia jalani dengan ikhlas, untuk Istri dan anaknya, Kami.
Apapun yang kami minta, Selalu diusahakannya, selalu sabar dan punya selera humor yang lumayan, karena dia, saya bisa sampai disini, Tumbuh dengan Sehat, Baik dan mempunyai Gelar Pendidikan dan bisa Bekerja dengan Posisi yang Alhamdulillah.
Terimakasih Papah untuk setiap pengorbananmu, Nyawa kau pertaruhkan, melewati dan menghadapi besarnya ombak didepanmu dan bahaya yang menghadangmu.
Mamah, Wanita tangguh yang bernama Darmi, Mengurus segala keperluan kami, segalanya dalam hidup kami.
Dia memang tidak mencari nafkah seperti para ibu kebanyakan, dia hanya tinggal dirumah, mengurusi semua tentang kami, semua yang kami butuhkan, kami inginkan.
Mulai dari Makanan, Pakaian, dan perlengkapan yang lain, Jagonya beres-beres rumah, meskipun Galak dan selalu menekan kami, dari dulu, dia tidak pernah mengeluh, Pekerjaan rumah dikerjakan sendiri dengan sempurna.
Bangun pagi, menyiapkan sarapan untuk kami penghuni rumah, ada Papah, saya, kakak juga adik saya.
Selesai meyiapkan sarapan setelah kami semua pergi untu urusan masing-masing, beliau memulai pekerjaannya, Membereskan tempat tidur, Sisa makanan, merapikan pakaian dan memasukkannya kedalam lemari setelah digosoknya dan dicuci dengan tangannya sendiri.
Sampai terkadang dia melupakan kalau dia juga harus sarapan, harus memperhatikan kesehatan tubuhnya sendiri, siang malam mengurus keperluan kami sampai lupa dengan dirinya sendiri dan terkadang jatuh sakit.
Wonder woman dalam keluarga kami, karena jika Papah berangkat berlayar, dialah sebagai Kepala keluarga, Bukan hanya pandai dalam mengurus keuangan dan rumah tangga saja, dia juga pandai memanjat, memperbaiki sisi rumah yang rusak. sungguh wanita luar biasa.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar