Rabu, 02 Maret 2016

Persahabatan Bagai Kepompong

Depalaz

Ada 4 ( Empat personil ) nya dan masing masing punya warna tersendiri sebagai ciri khas Pribadinya,

Bertemu dan memutuskan sebuah nama untu sebuah persahabatan yang Abadi.

Waktu itu, kami masih duduk dibangku Sekolah Menengan Kejuruan, Nama sekolahnya adalah Darul Ma'arif.

Usia kita pada waktu itu sekitar 17 Tahun an, masa masa pubertas kami dimulai.



Berawal dari Kegiatan Eskul yang ekstrim tapi kurang peminat karena seperti slogannya, Hobi kami Mahal, Dan memang benar, semua alat yang diperlukan dan digunakan dalam Eskul tersebut bukanlah Barang dengan Harga murah.

Damarpala ( Darul Ma'arif Pecinta Alam ), Kegiatan Ekstreem, Adventure, yang sangat menantang, Katanya...

Ketemu disana dan melakukan pendakian bersama anggota dan kakak senior yang lain, dengan tujuan Puncak GN. Gede Pangrango.

Selama perjalanan dari jakarta sampai ke Gunung tersebut, kami selalu berempat, walau sebenarnya berlima ( Wanita ) dua orang ( Laki-laki ), kami selalu berempat dibelakang, ada Desi, Eka, Pepi dan saya.

Benar adanya, jika kita ingin melihat sifat atau karakter seseorang dan sahabat, maka cepatlah, ajak mereka mendaki, karena dari sana kita tahu, sifat dan karakter mereka.

Satu tenda, satu tempat makan selama disana, kami menemukan arti sebuah pertemananm yaitu rasa Saling, Banyak sekali rasa saling, diantaranya saling menolong, menghargai, dan saling Support. membawa kami sampai di Puncak Gunung Gede Pangrango.

Sepulang dari sana kami jadi sering menghabiskan waktu bersama, Disekolah ataupun dirumah masing-masing dari kami.

Depalaz, itu kami..




 



Desi Wiranti, Cewe Cantik, cuek, lumayan realistis dan tau, segalanya pakai Uang, Anak Broken Home, karena kedua orang tuanya cerai, Ayahnya menikah lagi dan dia punya Ibu tiri, sedangkan Ibu kandungnya sibuk mencari nafkah ke Luar Negeri ( Arab ) sebagai TKI.
Anak satu-satunya, tapi punya adik tiri ini, lahir pada hari yang istimewa.
Hari Ibu, Tanggal 22 Desember 1992, suka warna Putih dan Hitam, Berani mengambil resiko, jarang bicara karena dia masih belum terlalu lancar Bahasa Indonesia yang baik dan benar, dia asli dari Cirebon. itulah mengapa dia jarang berbicara.
Gayanya selalu seperti Produser dan Sutradara jika sudah berbicara, Suka mengatur, dan Pintar dalam perhitungan ( Akuntansi ), dia Icon dari kami untuk masalah tersebut.
PKL bareng di Walikota dengan saya dan pepi.
Paling pertama merasakan dunia Kerja, Pertama Interview bareng dan dialah yang diterima langsung bekerja.
Tapi sangat disayangkan akhirnya dia Berhenti dan memilih untuk pulang Ke Kampung Halaman dan Menikah dengan Mantannya sewaktu SMP dulu.


Eka Suryani, Cewe Jutek, Pinter ngomong Gak suka deket-deket sama cowok, Anak pertama dari Empat bersaudara.
Ayahnya Pekerja pabrik dan Ibunya Ibu Rumah Tangga yang tugasnya mengurus semua anaknya.
Lahir pada 16 Mei 1993, Lahir di Jakarta, Suka banget warna Hijau, Gak pernah pacaran, dan enggak mau pacaran.
Wawasannya lumayan dan enak juga buat dijadiin tempat curhat, dia ngerti banget masalah kita, dan perduli, enggak pelit juga.
Penggemar Harry Potter dan Film barat.
Paling demen diem di Kantor Sekolah, sekalian nunggu Ayahnya Pulang kerja, atau sekedar nemenin Ka Dewa ( Pembina Damarpala ), Deket sama Guru-guru juga karena Gampang kalau disuruh katanya.
Akhirnya dia disuruh kerja di Kantor sekolah untuk bantu-bantu Ka Dewa dan Guru yang lain tanpa menolak, dia langsung meng iya kan dan menekuni pekerjaannya tersebut yang sudah pasti tidak akan lama.
Dia PKL di tempat yang berbeda, karena Ayahnya kerja di Pabrik akhirnya dia bisa dengan mudah masuk untuk PKL disana selama Tiga Bulan.


Pepi Arini Meliva, Cewe yang kepengennya Perfect, Resik, Demen Ngoceh dan Ngirit, Anak Ke Tiga dari 4 bersaudara yang semuanya adalah perempuan.
Ayahnya kerja sebagai Supir Mobil pengangkut Mobil-mobil baru atau yang akan dikirim ke Pembelinya, dan Ibunya adalah Ibu rumah tangga seperti ibu dari Eka suryani.
Lahir pada 08  Februari 1993 di Jakarta dan Warna kesukaanya adalah Biru, sama seperti Eka, Sahabatnya sejak SMP, dia juga belum pernah pacaran, dan menganggap pacaran adalah hal yang  tidak terlalu penting dan menghabiskan banyak waktu.
Penggemar Band  dan Film Luar Negeri, dia Hafal banget lagu lagunya Band Luar.
Rambut Bondol, Badan Tinggi Jangkung dan Kulit Putih khas wanita Padang karena dia keturunan Minang.
Lebih pinter sedikit bahasa inggrisnya, wawasannya juga luas, tapi kadang suka Lemot dan gak nyambung gitu kadang kadang ....
PKL Di Walikota bareng, Cita citanya dulu mau jadi Akuntan...
Kalau lagi main, Bukan Ibu atau Ayahnya yang nyariin, tapi Uni-Uninya yang rempong ckckckc...


Dan yang terakhir,

Nur Laila, Agak bingung sih menafsirkan diri sendiri, jadi yaaa kalau misalnya ada yang salah dan enggak sesuai tolong dimaklumi ya...
Lahir di Jakarta 19 Februari 1994, dan saya yang termuda diantara semuanya.
Anak ke Dua dari Tiga bersaudara, Sedikit Tomboy, berani dan semberono, teledor, pemberontak dan setia kawan, kurang pintar dalam hal Hitung menghitung, Kurang Faseh dalam Bahasa Inggris, Tapi kalau dalam Pendidikan Agama sedikit agak Lumayan.
Suka nyatet, suka Nulis, dan suka cari perhatian dan menjadi perhatian banyak orang...
Warna kesukaan Ungu dan Merah awalnya suka warna Biru, tapi jadi gak terlalu suka karena sudah disukain sama Pepi. ( Alasan yg gak masuk diakal ).
Penggemar Band dan Film Indonesia.
Kesekolah naik motor bareng sama pepi dan desi, bonceng bertiga kayak Cabe-cabean, untung jaman tersebut belum tenar banget namanya cabe cabean.
Suka banget pulang sore, nemenin Eka nunggu Ayahnya pulang.
Kamar tidur dirumah saya, adalah Basecamp bagi Depalaz, Nginep, Ngerumpi dan Ngerjain Tugas.
Suka banget ngelawan Guru, Kabur dan Jajan di Jam Belajar, Pacaran juga tapi kebanyakan disakitinnya, entah di Selingkuhin lah, Ditinggal Nikah Lah, apalah dan apalah...
Waktu PKL bareng sama Desi, dan Pepi kita sama sama nyari dari Ujung ke Ujung dan dapet di Walikota Jakarta Utara,
Pertama Kerja di Matahari Dep Store, Jadi SPG karena ngelamar bareng mereka gak diterima, dan kerja disanapun gak bertahan lama, cuma seminggu, karena pulangnya kemaleman.
Akhirnya ngelamar bareng di tempat kerja Pabrik Ayahnya Eka, Nitip Lamaran disana dan yang dipanggil cuma saya, Pepi belum ada panggilan.
Dan Kerja deh saya disana...


Pengalaman bareng mereka, banyak sekali, karena waktu sekolah dulu, sering banget ngabisin waktu sama mereka, sampe suka di marahin sama Orang tua masing-masing karena selalu pulang telat.

Pernah test masuk LP3I bareng karena dapet Beasiswa dan yang berminat hanya saya, Nur laila.

Cari PKL dan Cari Kerja Bareng, Bolak-balik sampe sempet nyerah tapi akhirnya berhasil dan selesai PKL, di Tes dengan Nilai Memuaskan.

Jalan ke Mall Bareng, Nonton, Jajan dan Jalan pakai uang seadanya....

Ngerumpi, Nginep dan Ngerjain Tugas bareng. Kadang dirumah Eka, Kadang dirumah Saya, Semenjak Rumah Eka Pindah, Jadi sering kesana, Biarpun jauh tapi pemandangannya enak, ada Sawahnya...

Nongkrongin Kantor Sekolah, Minta jajan cemilan sama Ka Dewa dan Guru yang lain, Kadang suka di Ocehin gak Pulang-pulang sampe kadang juga Mamah saya, telfon untuk Ngecek bener enggak nya masih disekolah.

Nongkrong di Rumah Ka Tyo dan Ka Oman sambil Internetan dan Nonton DVD..
Ka Tyo dan Kakak Rimba Raya, Kami manggilnya sih begitu...
Kakak-kakak baik hati yang mengajarkan banyak hal dan memberikan banyak ilmu untuk kami ber Empat.
Enaknya kalau misalnya ada tugas Kliping atau Yang berhubungan dengan Internet dan Rangkum merangkum, Mereka bisa membantu, Dari Mulai Nyari bahan sampe Ngeprint dibantu sama mereka,, diajarin Photoshop, Komputer dan sering diajak Jalan-jalan sampe makan-makan...
Kenal belum lama tapi cepet banget akrabnya, waktu itu kenal karena Pendakian ( Orientasi Eskul di Gunung Gede ) Mereka jadi Kakak Pendamping. Ngebantu dan Ngebimbing juga tidak lupa Ngebuli.. !!!


Masih banyak lagi hal gila kami di waktu dulu...

Tapi sekarang, Kami sudah tumbuh menjadi Wanita Dewasa dari yang sebelumnya, kami hanya empat anak gadis remaja yang menikmati masa masa indahnya kehidupan.
Jika waktu lalu kami masih bisa sering-sering berkumpul dan menghabiskan waktu bersama, saat ini kami sudah disibukkan dengan kehidupan pribadi kami masing-masing.

Desi yang pindah ke Kampung halamannya sehingga kami sudah jarang bertemu membuat kerenggangan antara kami, Eka yang sibuk dengan Keluarga Kecilnya karena sudah menikah, Pepi yang sibuk dengan Kuliah dan Kerjanya dan Saya yang Sibuk Mempersiapkan Pernikahan yang sekitar 5 Bulan lagi akan Menikah karena Pendidikan saya sudah selesai lebih dulu dan saat ini saya juga sudah bekerja.

Tapi dibalik kesibukan kami, komunikasi masih terjalin, dan waktu kumpul bersama juga masih kami sempatkan meskipun terkadang tidak sesering dulu dan tidak selama dulu, kalau dulu dunia persahabatan kami hanya ada kami berempat, saat ini kami sudah ditemani oleh laki-laki pilihan kami yang sangat luar biasa...

Terimakasih sahabat untuk kenangan manis selama 6 Tahun ini, semoga persahabatan kita selalu terjalin dengan indah selamanya...

Saya Post Sedikit Moment yang kami ambil . . . .

Bebek Salero

Darul Maarif

 Marunda

GRJU


Seafood Cendrawasih


Malam Pernikahan Eka Suryani

 Gading



Domino Pizza HI


Darul Maarif


Harapan Mulya

Rumah Eka

 MCD

Solaria

Transera

Taman Lampion Transera

Giant HI

Oren Bento

Darul Maarif

Bakso Bekasi

Kamar Saya


Jembatan 244

Seafood Gudang Laut

Seafood Gudang Laut

Sosis Bakar MR X

Rumah Ka Fakhri

Kontrakan Eka

Taman Mini Indonesia Indah




Untuk Kamu yang Memberi Banyak Rasa dalam Hidupku, Ivan Eka Putra

Hubungan ini sudah berjalan hampir 3 tahun dan sudah bukan waktunya lagi untuk Main-main. 
Masalah dalam hubungan pasti ada, hanya tinggal bagaimana cara kita untuk bisa menyelesaikan masalah tersebut,, bukannya lari dari masalah. 
Karena kunci untuk pemecahan/penyelesaian masalah ada dengan menghadapinya, Baik atau buruk hasilnya maka ayo, hadapi bersama.
Banyak rasa yang sudah kami rasakan dalam hubungan ini.
Rasa Pahit dan Manis, Asam dan Asin dalam setiap harinya.





Rasa Pahit adalah rasa sakit yang terkadang kita rasakan, bukan hanya aku atau dia tapi kita, kami.
yang biasanya tibul karena kesalah fahaman yang tidak kita onginkan.

Rasa Manis adalah rasa bahagia, senang, yang kita rasakan biasanya sesudah ada rasa pahit selalu ada rasa manis, Dimana setelah ada pertengkaran atau perbedaan pendapat dan kesalah fahaman, hubungan kami kembali menjadi Harmonis lagi, bahagia dan senang lagi.

Rasa Asam adalah rasa yang biasanya timbul karena kecemburuan yang lazim terjadi, kami sangat saling menyayangi satu sama lain maka dari itu kami terkadang terlalu berlebihan dalam menilai yang menimbulkan rasa cemburu, jika kami tidak pandai mengontrol nya, maka kami bisa saja menyebabkan rasa pahit, berawal dari masalah kecil bukan ?.

Rasa Asin adalah ras suka dan duka kami, dimana pada rasa ini kami melewati masa masa sulit, Gaya pacaran kami sangat sederhana, yang biasanya anak muda menghabiskan malam minggu atau hari minggu di Mall atau Nonton Film di Bioskop dan pergi makan di restoran mahal dan kekinian, Kami hanya menghabiskan waktu itu untuk duduk bersama dalam satu ruangan, sekedar makan mie indomie rebus atau makanan warteg. Jika bosan kami membuka laptop dan menonton DVD bersama dan keliling komplek dengan motor tua miliknya.

Sesekali dalam sebulan kami mengunjungi rumah masing-masing dari kami, untuk sekedar berbincang denga keluarga, Atau jika ada rejeki lebih kami pergi ke Luar kota untuk Mendaki bersama, atau pergi berenang bersama dan traveling yang lainnya.

Itu semua rasa yang ada dalam hubungan kami, tapi kami bersyukur karena semua rasa yang telah Allah berikan, kami belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi kedepannya.

Jatuh itu biasa, yang terpenting adalah bagaimana cara kita bangkit setelah terjatuh.

Untuk kamu, Ivan eka putra terimakasih sudah menemani setiap hari yang indah ini dan memberikan warna dalam hidupku,

Semoga kita bisa selalu bersama sampai tua nanti, sampai ajal menjemput dan kembali bertemu di Surga nanti.



Senin, 29 Februari 2016

Keluargaku adalah Kebahagianku


Ayu Permata Sari
Ini adik saya sekarang, Dia kuliah jurusan Perawat di Jakarta.
Anak Bontot kesayangan Papah ini manja banget, kalo ada maunya ya harus, udah gitu malesnya minta dihajar deh, Gak mau namanya Nyuci Piring, Nyapu, Ngepel dan yang lain.

Kerjanya kalo dirumah, ya Nonton tv sambil tiduran, Makan sambil Maen HP, udah gitu terus suka ngayap pulangnya gatau waktu...

Suka malakin Kakaknya yaitu gw sendiri, minta jajan ini, jajan itu emang dasar suka jajan .

Gatau kenapa dia jadi ambil Jurusan perawat ya, padahal dia takut banget sama Mobil Ambulan apalagi sama Mayat.



Mochammad Herdiansyah
Yang ini Abang saya Cowok satu satunya anak laki-laki keturunan orang tua saya,  Cuma lulusan SMK gak tertarik sama yang namanya perkuliahan, kata dia sih, Kuliah itu susah dan ngabisin duit.

Fikirannya masih pendek banget belom bisa mikir kedepan, Pernah ikut Papah Berlayar sekitar 1 tahun, tapi berhenti karena gak kuat dan mabok laut. Mamah juga ga tega kalo dia kerja di kapal begitu.

Akhirnya kerja di KBN PT. PUKU BENANG SARI, Lumayan lama sekitar 5 Tahunan dari 2011 sampai 2016, Berhenti karena Perusahaanya Bangkrut.

Kakak yang ngeselin, cepet banget ngambeknya, kalau udah marah kaya orang kesetanan enggak tau tempat dan enggak kenal oranng.

Dari kecil tidu bareng dia, Misah pas kelas 3 SMP karena sudah sama sama besar, akhirnya dia punya kamar sendiri tapi saya harus tidur sama Tante, karena ada tante yang merantau dan menetap dirumah kami.

Sekarang dia Pengangguran, kerjaannya dirumah Mainan Burung dara dan ngurusin Ayam Papah, Sekalian bantu jaga Nayla dan Jaga warung mamah.



Ivan Eka Putra, Laki-laki luar biasa nomor Dua setelah Papah saya, Dari luar dia memang terlihat kasar, arogan, dingin, tapi jika sudah kita kenali lebih dalam, dia adalah lelaki yang sangat perhatian, penyabar dan penyayang.

Memang terkadang sikap kasar dan egoisnya membuat hati jengkel, tapi itu hanyalah pelengkap, bukan inti dia yang sesungguhnya.

Pintar lebih tepatnya cerdas, dalam hitung-hitungan, dan bisa diandalkan dalam urusan Rumah tangga, Beres-beres, Memasak bahkan sampai Cuci mencuci, semua bisa dilakukan dengan Sempurna.

Ini dia calon Suamiku, Laki-laki yang sudah aku pilih untuk menemani perjalanan hidupku, susah senang akan kami lewati, butuh waktu panjang untuk bertemu dengannya, begitupun dia, dan kami sangat bersyukur karena telah dipertemukan sebagai seorang wanita dan laki-laki yang saling menjaga juga menyayangi.




Ini dia, Mereka, Kedua orang tuaku, yang selama ini meberikan arti kehidupan untuk kami, Anak-anak nakalnya.

Papah, Namanya sangat singkat yaitu Arsyad, biasa di panggil Aco, Dia seorang Pelaut domistik, membiayai hidup kami dengan Berlayar sebagai Kapten.

Pulang ke Rumah setiap Dua Minggu sekali, terkadang sebulan sekali, Umurnya yang sudah semakin tua, membuat tenaganya bahkan semua badannya Kendur    ( Melemah ), tapi dia tidak pernah mengelu, semua dia jalani dengan ikhlas, untuk Istri dan anaknya, Kami.

Apapun yang kami minta, Selalu diusahakannya, selalu sabar dan punya selera humor yang lumayan, karena dia, saya bisa sampai disini, Tumbuh dengan Sehat, Baik dan mempunyai Gelar Pendidikan dan bisa Bekerja dengan Posisi yang Alhamdulillah.

Terimakasih Papah untuk setiap pengorbananmu, Nyawa kau pertaruhkan, melewati dan menghadapi besarnya ombak didepanmu dan bahaya yang menghadangmu.

Mamah, Wanita tangguh yang bernama Darmi, Mengurus segala keperluan kami, segalanya dalam hidup kami.

Dia memang tidak mencari nafkah seperti para ibu kebanyakan, dia hanya tinggal dirumah, mengurusi semua tentang kami, semua yang kami butuhkan, kami inginkan.

Mulai dari Makanan, Pakaian, dan perlengkapan yang lain, Jagonya beres-beres rumah, meskipun Galak dan selalu menekan kami, dari dulu, dia tidak pernah mengeluh, Pekerjaan rumah dikerjakan sendiri dengan sempurna.

Bangun pagi, menyiapkan sarapan untuk kami penghuni rumah, ada Papah, saya, kakak juga adik saya.

Selesai meyiapkan sarapan setelah kami semua pergi untu urusan masing-masing, beliau memulai pekerjaannya, Membereskan tempat tidur, Sisa makanan, merapikan pakaian dan memasukkannya kedalam lemari setelah digosoknya dan dicuci dengan tangannya sendiri.

Sampai terkadang dia melupakan kalau dia juga harus sarapan, harus memperhatikan kesehatan tubuhnya sendiri, siang malam mengurus keperluan kami sampai lupa dengan dirinya sendiri dan terkadang jatuh sakit.

Wonder woman dalam keluarga kami, karena jika Papah berangkat berlayar, dialah sebagai Kepala keluarga, Bukan hanya pandai dalam mengurus keuangan dan rumah tangga saja, dia juga pandai memanjat, memperbaiki sisi rumah yang rusak. sungguh wanita luar biasa.








Pendakian Ke IV GN. Prau Wonosobo

Mei 2015, Akhirnya kembali Mendaki Gunung bersama Sahabat dan Kekasih, Tujuan kali ini adalah Gunung Prau yang terletak di Wonosobo Jawa tengah, Untuk sampai kesana Memakan waktu yang cukup lama jika menggunakan BUS, Perjalanan sekitar 12 Jam, Jika menggunakan Kereta hanya memakan waktu 6 - 8 Jam, karena pendakian kali ini tidak terlalu di rencanakan, sehingga  kami memilih Naik BUS, karena tidak perlu Booking sebelumnya.

Ada, Saya, Ivan, Garut, Mina, Rijal, dan Fakhri.




Jumat 1 Mei 2015 ( Libur Hari Buruh )
Mulai dari Kostan Garut di Permai, naik Busway setelah selesai Shalat Jum'at, Berhenti di Terminal Kp. Rambutan, Istirahat sekalian Shalat Ashar dan menunggu Bus tujuan Wonosobo.

Akhirnya kami membeli tiket untuk Bus Tujuan Wonosobo sekitar Harganya 90.000, Berangkat jam 17.00 Sore.

Tas dimasukkan kedalam bagasi Bus, kamipun duduk dibangku yang berurutan agar lebih enak dan lebih mudah berkomunikasi, saya sebangku dengan Minah dan Ivan, sedangkan Rijal Fakhri dan Garut di sebelah Kanan saya.

Perjalanan yang lumayan perkiraan 12 Jam sampai ke Terminal Woosobo dan lanjut naik mobil Elf ke Basecamp Gunung Prau sekitar 2 Jam. Total 14 jam dan itu baru perkiraan.

Beberapa kali Bus yang kami naiki ini berhenti untuk memberi kami kesempatan Buang Air kecil dan besar juga beristirahat, setelah lama perjalanan, akhirnya pukul 7.00 pagi, kami tiba di Terminal Wonosobo, setelah sebelumnya subuh tadi agak bingung karena ada Pendaki lain yang turun di persimpangan jalan, padahal tujuan kami sama yaitu Puncak Prau, setelah berunding dan diberi informasi akhirnya kami tidak mengikuti pendaki lain tersebut, kami terus dan tiba di Terminal Wonosobo.

Sabtu 2 Mei 2015
Istirahat, shalat dan makan, lanjut mencari mobi Elf yang akan membawa kami ke Basecamp, setelah melewati jalanan yang lumayan terjal, dan menantang akhirnya kami tiba di basecamp, akhirnya cari informasi sedikit dan Garut memutuskan untuk memilih penginapan warga sebagai tempat singgah dan menitipkan barang yang tidak terlalu penting untuk dibawa keatas.

Sarapan kami dibuatkan oleh ibu yang menyewakan rumahnya untu kami, kemudian kami bersih- bersih dan segera Packing untuk melanjutkan perjalanan ke Puncak Prau.

Pukul 12.30 kami shalat Dzuhur bersama dan sekaligus Ashar ( di Jama ), setelah selesai kami siap-siap dan berangkat ke Basecamp untuk Pendaftaran, selesai pendaftaran kami langsung berjalan menuju puncaknya, Baru beberapa meter kami berjalan, sudah disuguhi oleh perkebunan warga dan puluhan bahkan ratusan mungkin ribuan anak tangga.

Tracknya adalah Anak tangga, Jalanan menanjak, dengan pemandangan perkebunan dan rumah-rumah warga jawa tengah.

Luar biasa sekali, tapi beruntung karena saya bersama ivan, Jadi bawaan saya tidak banyak, tak perlu bawa Tas besar, cukup Daypack yang isinya baju pribadi dan makanan snack, sangat membantu jadi saya tidak membawa beban terlalu banyak, semua barang yang berat dimasukkan ke dalam Tas carrier nya Ivan.

Karena sebelumnya semua barang bawaan sudah dibagi rata dalam pengepack kannya.
Garut membawa tenda Cowo dan bahan makanan beberapa
Ivan  membawa tenda Cewe dan barang pribadinya
Ijal membawa Air
Fakhri membawa Alat masak
Saya dan Minah hanya membawa perlengkapan Pribadi

Dengan sabar, Ivan menuntut dan menemani saya, dengan kebiasaanya, yaitu setiap berhenti selalu menanyakan keadaan saya terutama Pinggang ini, syukur Alhamdulillah, meskipun Tracknya menanjak tinggi pinggang ini tetap bisa diajak kerjasama, ditengah-tengah perjalanan saya selalu di ledek oleh Garut, dan yang lain, karena memang porsi badan saya yang lumayan lebih daripada yang lain, lumayan buat mencairkan suasana bosan dan lelah sepanjang track.


Perjalanan dari Basecamp sampai ke Puncak memakan waktu 4 jam, dan saya serta yang lain sampai dengan memakan waktu 6 jam, karena terlalu banyak berhenti dan jalur yang ramai.

18.00 kami tiba dan sangat terkejut karena sudah sangat banyak Tenda yang berdiri, hampir tidak ada tempat yang strategis untuk kami mendirikan tenda, ada dua tenda yang harus berdiri sebagai benteng kami dan tempat untuk beristirahat, namun cuaca tidak mendukung, Mendung dan diiringi oleh gerimis kecil, kami mendirikan tenda, saya dan minah mulai melebarkan Matras untuk menyiapkan Makan malam, sementara garut dan fakhri mendirikan tenda untuk Cowo, dan ivan juga Ijal mendirikan tenda untuk Cewe, namun karena tenda yang garut bawa adalah tenda baru, mereka belum sempat mencobanya, jelas saja dia kebingungan, mengutak-utik tenda dengan fakhri, sementara itu Ivan dan ijal sudah selesai mendirikan tenda cewe, mereka membantu garut dan fakhri untuk mendirikan tenda cowo, masih belum berhasil juga sementara hari sudah mulai gelap, saya dan minah selesai membuat makanan dan minuman untuk mengisi perut, teman pendaki pun membantu, namun tetap tidak bisa, akhirnya tenda itu berdiri semampunya, hahahahaha, sangat disayangkan !!! beruntung tenda yang saya pinjam dari Ka Tyo berfungsi dengan baik, saya dan mina jadi bisa tidur dengan nyaman.






Setelah semua barang dimasukkan, kami bersiap untuk Makan malam ke II, Dengan bekal sederhana dan seadanya, ivan dan ijal memasaknya, setelah larut saya dan minah tidur di tenda cewe sedangkan Garut, Ijal dan Fakhri sudah menempati tenda cowo dan sudah penuh, jadi ivan tidur bersama saya dan minah..


Seperti biasa, saya selalu menggigil dengan udara atau cuaca gunung, suara benturan gigi dan badan yang gemetaran adalah ciri saya jika di tidur ditenda, tapi saya tidak apa-apa karena itu memang lazim terjadi kwkwkw, walaupun sudah memakai Sleeping Bag dan berdekapan masih saja seperti itu.

Minggu 3 Mei 2016
Subuh, saya dibangunkan oleh Fakhri untuk keluar dan menyaksikan Golden Sunrise katanya", bersiap dan selesai, saya dan minah keluar disusul oleh Ijal, Ivan dan Garut.


Sudah menunggu yang ditunggu dan akhirnya tidak muncul karena cuacanya kurang bersahabat, mendung.

Prau sangatlah ramai dan sangat ramah pula, banyak pendaki yang mengabadikan moment tersebut bersama teman pendaki lainnya, kamipun tidak mau ketinggalan, Langsung keluarkan Kamera dan HP, Ckrek ckrek !!


Tapi Ivan dan Garut terpisah karena mereka ingin mencari spot lain, sementara saya bergabung dengan Ijal, Fakhri dan Mina, lumayan sekitar 1 jam Foto-foto dan Ivan juga Garut sudah kembali, kami foto bersama dan kemudian menyiapkan sarapan untuk kemudian siap-siap turun.

Selesai sarapan dan Packing kami turun dan sampai ke Basecamp tidak lupa untu lapor karena kami sudah turun dari puncak dengan Komplit dan semangat.

Kembali ke Penginapan, bersih-bersih makan siang dan kami berpamitan denga Ibu pemilik Rumah.


Namun setelah kami tiba di Terminal Wonosobo, karena kami kesorean, kami tidak mendapat Bus ke Jakarta Langsung ke Kp. Rambutan atau Tg. Priok.

Kami akhirnya mencari alternatif Bus, yang lain dan menuju Terminal lain yg penting masih di Jakarta.

Senin Pagi, Kami tiba di Terminal Bekasi akhirnya bolos kerja karena kejadian yang sangat tidak mengenakkan,  kami ditipu oleh pihak yg tidak bertanggung jawab, Padahal tujuan nya ke Pasar Rebo, tapi kami malah diturunkan di Pinggir Jalan depan Terminal Bekasi, Sungguh Apes sekali.. !!!!