Senin, 29 Februari 2016

Keluargaku adalah Kebahagianku


Ayu Permata Sari
Ini adik saya sekarang, Dia kuliah jurusan Perawat di Jakarta.
Anak Bontot kesayangan Papah ini manja banget, kalo ada maunya ya harus, udah gitu malesnya minta dihajar deh, Gak mau namanya Nyuci Piring, Nyapu, Ngepel dan yang lain.

Kerjanya kalo dirumah, ya Nonton tv sambil tiduran, Makan sambil Maen HP, udah gitu terus suka ngayap pulangnya gatau waktu...

Suka malakin Kakaknya yaitu gw sendiri, minta jajan ini, jajan itu emang dasar suka jajan .

Gatau kenapa dia jadi ambil Jurusan perawat ya, padahal dia takut banget sama Mobil Ambulan apalagi sama Mayat.



Mochammad Herdiansyah
Yang ini Abang saya Cowok satu satunya anak laki-laki keturunan orang tua saya,  Cuma lulusan SMK gak tertarik sama yang namanya perkuliahan, kata dia sih, Kuliah itu susah dan ngabisin duit.

Fikirannya masih pendek banget belom bisa mikir kedepan, Pernah ikut Papah Berlayar sekitar 1 tahun, tapi berhenti karena gak kuat dan mabok laut. Mamah juga ga tega kalo dia kerja di kapal begitu.

Akhirnya kerja di KBN PT. PUKU BENANG SARI, Lumayan lama sekitar 5 Tahunan dari 2011 sampai 2016, Berhenti karena Perusahaanya Bangkrut.

Kakak yang ngeselin, cepet banget ngambeknya, kalau udah marah kaya orang kesetanan enggak tau tempat dan enggak kenal oranng.

Dari kecil tidu bareng dia, Misah pas kelas 3 SMP karena sudah sama sama besar, akhirnya dia punya kamar sendiri tapi saya harus tidur sama Tante, karena ada tante yang merantau dan menetap dirumah kami.

Sekarang dia Pengangguran, kerjaannya dirumah Mainan Burung dara dan ngurusin Ayam Papah, Sekalian bantu jaga Nayla dan Jaga warung mamah.



Ivan Eka Putra, Laki-laki luar biasa nomor Dua setelah Papah saya, Dari luar dia memang terlihat kasar, arogan, dingin, tapi jika sudah kita kenali lebih dalam, dia adalah lelaki yang sangat perhatian, penyabar dan penyayang.

Memang terkadang sikap kasar dan egoisnya membuat hati jengkel, tapi itu hanyalah pelengkap, bukan inti dia yang sesungguhnya.

Pintar lebih tepatnya cerdas, dalam hitung-hitungan, dan bisa diandalkan dalam urusan Rumah tangga, Beres-beres, Memasak bahkan sampai Cuci mencuci, semua bisa dilakukan dengan Sempurna.

Ini dia calon Suamiku, Laki-laki yang sudah aku pilih untuk menemani perjalanan hidupku, susah senang akan kami lewati, butuh waktu panjang untuk bertemu dengannya, begitupun dia, dan kami sangat bersyukur karena telah dipertemukan sebagai seorang wanita dan laki-laki yang saling menjaga juga menyayangi.




Ini dia, Mereka, Kedua orang tuaku, yang selama ini meberikan arti kehidupan untuk kami, Anak-anak nakalnya.

Papah, Namanya sangat singkat yaitu Arsyad, biasa di panggil Aco, Dia seorang Pelaut domistik, membiayai hidup kami dengan Berlayar sebagai Kapten.

Pulang ke Rumah setiap Dua Minggu sekali, terkadang sebulan sekali, Umurnya yang sudah semakin tua, membuat tenaganya bahkan semua badannya Kendur    ( Melemah ), tapi dia tidak pernah mengelu, semua dia jalani dengan ikhlas, untuk Istri dan anaknya, Kami.

Apapun yang kami minta, Selalu diusahakannya, selalu sabar dan punya selera humor yang lumayan, karena dia, saya bisa sampai disini, Tumbuh dengan Sehat, Baik dan mempunyai Gelar Pendidikan dan bisa Bekerja dengan Posisi yang Alhamdulillah.

Terimakasih Papah untuk setiap pengorbananmu, Nyawa kau pertaruhkan, melewati dan menghadapi besarnya ombak didepanmu dan bahaya yang menghadangmu.

Mamah, Wanita tangguh yang bernama Darmi, Mengurus segala keperluan kami, segalanya dalam hidup kami.

Dia memang tidak mencari nafkah seperti para ibu kebanyakan, dia hanya tinggal dirumah, mengurusi semua tentang kami, semua yang kami butuhkan, kami inginkan.

Mulai dari Makanan, Pakaian, dan perlengkapan yang lain, Jagonya beres-beres rumah, meskipun Galak dan selalu menekan kami, dari dulu, dia tidak pernah mengeluh, Pekerjaan rumah dikerjakan sendiri dengan sempurna.

Bangun pagi, menyiapkan sarapan untuk kami penghuni rumah, ada Papah, saya, kakak juga adik saya.

Selesai meyiapkan sarapan setelah kami semua pergi untu urusan masing-masing, beliau memulai pekerjaannya, Membereskan tempat tidur, Sisa makanan, merapikan pakaian dan memasukkannya kedalam lemari setelah digosoknya dan dicuci dengan tangannya sendiri.

Sampai terkadang dia melupakan kalau dia juga harus sarapan, harus memperhatikan kesehatan tubuhnya sendiri, siang malam mengurus keperluan kami sampai lupa dengan dirinya sendiri dan terkadang jatuh sakit.

Wonder woman dalam keluarga kami, karena jika Papah berangkat berlayar, dialah sebagai Kepala keluarga, Bukan hanya pandai dalam mengurus keuangan dan rumah tangga saja, dia juga pandai memanjat, memperbaiki sisi rumah yang rusak. sungguh wanita luar biasa.








Pendakian Ke IV GN. Prau Wonosobo

Mei 2015, Akhirnya kembali Mendaki Gunung bersama Sahabat dan Kekasih, Tujuan kali ini adalah Gunung Prau yang terletak di Wonosobo Jawa tengah, Untuk sampai kesana Memakan waktu yang cukup lama jika menggunakan BUS, Perjalanan sekitar 12 Jam, Jika menggunakan Kereta hanya memakan waktu 6 - 8 Jam, karena pendakian kali ini tidak terlalu di rencanakan, sehingga  kami memilih Naik BUS, karena tidak perlu Booking sebelumnya.

Ada, Saya, Ivan, Garut, Mina, Rijal, dan Fakhri.




Jumat 1 Mei 2015 ( Libur Hari Buruh )
Mulai dari Kostan Garut di Permai, naik Busway setelah selesai Shalat Jum'at, Berhenti di Terminal Kp. Rambutan, Istirahat sekalian Shalat Ashar dan menunggu Bus tujuan Wonosobo.

Akhirnya kami membeli tiket untuk Bus Tujuan Wonosobo sekitar Harganya 90.000, Berangkat jam 17.00 Sore.

Tas dimasukkan kedalam bagasi Bus, kamipun duduk dibangku yang berurutan agar lebih enak dan lebih mudah berkomunikasi, saya sebangku dengan Minah dan Ivan, sedangkan Rijal Fakhri dan Garut di sebelah Kanan saya.

Perjalanan yang lumayan perkiraan 12 Jam sampai ke Terminal Woosobo dan lanjut naik mobil Elf ke Basecamp Gunung Prau sekitar 2 Jam. Total 14 jam dan itu baru perkiraan.

Beberapa kali Bus yang kami naiki ini berhenti untuk memberi kami kesempatan Buang Air kecil dan besar juga beristirahat, setelah lama perjalanan, akhirnya pukul 7.00 pagi, kami tiba di Terminal Wonosobo, setelah sebelumnya subuh tadi agak bingung karena ada Pendaki lain yang turun di persimpangan jalan, padahal tujuan kami sama yaitu Puncak Prau, setelah berunding dan diberi informasi akhirnya kami tidak mengikuti pendaki lain tersebut, kami terus dan tiba di Terminal Wonosobo.

Sabtu 2 Mei 2015
Istirahat, shalat dan makan, lanjut mencari mobi Elf yang akan membawa kami ke Basecamp, setelah melewati jalanan yang lumayan terjal, dan menantang akhirnya kami tiba di basecamp, akhirnya cari informasi sedikit dan Garut memutuskan untuk memilih penginapan warga sebagai tempat singgah dan menitipkan barang yang tidak terlalu penting untuk dibawa keatas.

Sarapan kami dibuatkan oleh ibu yang menyewakan rumahnya untu kami, kemudian kami bersih- bersih dan segera Packing untuk melanjutkan perjalanan ke Puncak Prau.

Pukul 12.30 kami shalat Dzuhur bersama dan sekaligus Ashar ( di Jama ), setelah selesai kami siap-siap dan berangkat ke Basecamp untuk Pendaftaran, selesai pendaftaran kami langsung berjalan menuju puncaknya, Baru beberapa meter kami berjalan, sudah disuguhi oleh perkebunan warga dan puluhan bahkan ratusan mungkin ribuan anak tangga.

Tracknya adalah Anak tangga, Jalanan menanjak, dengan pemandangan perkebunan dan rumah-rumah warga jawa tengah.

Luar biasa sekali, tapi beruntung karena saya bersama ivan, Jadi bawaan saya tidak banyak, tak perlu bawa Tas besar, cukup Daypack yang isinya baju pribadi dan makanan snack, sangat membantu jadi saya tidak membawa beban terlalu banyak, semua barang yang berat dimasukkan ke dalam Tas carrier nya Ivan.

Karena sebelumnya semua barang bawaan sudah dibagi rata dalam pengepack kannya.
Garut membawa tenda Cowo dan bahan makanan beberapa
Ivan  membawa tenda Cewe dan barang pribadinya
Ijal membawa Air
Fakhri membawa Alat masak
Saya dan Minah hanya membawa perlengkapan Pribadi

Dengan sabar, Ivan menuntut dan menemani saya, dengan kebiasaanya, yaitu setiap berhenti selalu menanyakan keadaan saya terutama Pinggang ini, syukur Alhamdulillah, meskipun Tracknya menanjak tinggi pinggang ini tetap bisa diajak kerjasama, ditengah-tengah perjalanan saya selalu di ledek oleh Garut, dan yang lain, karena memang porsi badan saya yang lumayan lebih daripada yang lain, lumayan buat mencairkan suasana bosan dan lelah sepanjang track.


Perjalanan dari Basecamp sampai ke Puncak memakan waktu 4 jam, dan saya serta yang lain sampai dengan memakan waktu 6 jam, karena terlalu banyak berhenti dan jalur yang ramai.

18.00 kami tiba dan sangat terkejut karena sudah sangat banyak Tenda yang berdiri, hampir tidak ada tempat yang strategis untuk kami mendirikan tenda, ada dua tenda yang harus berdiri sebagai benteng kami dan tempat untuk beristirahat, namun cuaca tidak mendukung, Mendung dan diiringi oleh gerimis kecil, kami mendirikan tenda, saya dan minah mulai melebarkan Matras untuk menyiapkan Makan malam, sementara garut dan fakhri mendirikan tenda untuk Cowo, dan ivan juga Ijal mendirikan tenda untuk Cewe, namun karena tenda yang garut bawa adalah tenda baru, mereka belum sempat mencobanya, jelas saja dia kebingungan, mengutak-utik tenda dengan fakhri, sementara itu Ivan dan ijal sudah selesai mendirikan tenda cewe, mereka membantu garut dan fakhri untuk mendirikan tenda cowo, masih belum berhasil juga sementara hari sudah mulai gelap, saya dan minah selesai membuat makanan dan minuman untuk mengisi perut, teman pendaki pun membantu, namun tetap tidak bisa, akhirnya tenda itu berdiri semampunya, hahahahaha, sangat disayangkan !!! beruntung tenda yang saya pinjam dari Ka Tyo berfungsi dengan baik, saya dan mina jadi bisa tidur dengan nyaman.






Setelah semua barang dimasukkan, kami bersiap untuk Makan malam ke II, Dengan bekal sederhana dan seadanya, ivan dan ijal memasaknya, setelah larut saya dan minah tidur di tenda cewe sedangkan Garut, Ijal dan Fakhri sudah menempati tenda cowo dan sudah penuh, jadi ivan tidur bersama saya dan minah..


Seperti biasa, saya selalu menggigil dengan udara atau cuaca gunung, suara benturan gigi dan badan yang gemetaran adalah ciri saya jika di tidur ditenda, tapi saya tidak apa-apa karena itu memang lazim terjadi kwkwkw, walaupun sudah memakai Sleeping Bag dan berdekapan masih saja seperti itu.

Minggu 3 Mei 2016
Subuh, saya dibangunkan oleh Fakhri untuk keluar dan menyaksikan Golden Sunrise katanya", bersiap dan selesai, saya dan minah keluar disusul oleh Ijal, Ivan dan Garut.


Sudah menunggu yang ditunggu dan akhirnya tidak muncul karena cuacanya kurang bersahabat, mendung.

Prau sangatlah ramai dan sangat ramah pula, banyak pendaki yang mengabadikan moment tersebut bersama teman pendaki lainnya, kamipun tidak mau ketinggalan, Langsung keluarkan Kamera dan HP, Ckrek ckrek !!


Tapi Ivan dan Garut terpisah karena mereka ingin mencari spot lain, sementara saya bergabung dengan Ijal, Fakhri dan Mina, lumayan sekitar 1 jam Foto-foto dan Ivan juga Garut sudah kembali, kami foto bersama dan kemudian menyiapkan sarapan untuk kemudian siap-siap turun.

Selesai sarapan dan Packing kami turun dan sampai ke Basecamp tidak lupa untu lapor karena kami sudah turun dari puncak dengan Komplit dan semangat.

Kembali ke Penginapan, bersih-bersih makan siang dan kami berpamitan denga Ibu pemilik Rumah.


Namun setelah kami tiba di Terminal Wonosobo, karena kami kesorean, kami tidak mendapat Bus ke Jakarta Langsung ke Kp. Rambutan atau Tg. Priok.

Kami akhirnya mencari alternatif Bus, yang lain dan menuju Terminal lain yg penting masih di Jakarta.

Senin Pagi, Kami tiba di Terminal Bekasi akhirnya bolos kerja karena kejadian yang sangat tidak mengenakkan,  kami ditipu oleh pihak yg tidak bertanggung jawab, Padahal tujuan nya ke Pasar Rebo, tapi kami malah diturunkan di Pinggir Jalan depan Terminal Bekasi, Sungguh Apes sekali.. !!!!

Alumni Gathering LP3I di Cikole

Perjalanan kali ini, bertemakan acara Gathering Alumni LP3I di Cikole Bandung Jawa Barat.

Pada saat itu ada beberapa angkatan alumni yaitu Angkatan 2008, 2009, 2010 dan yang terakhir yaitu saya dan teman yang lain, Angkatan 2011.

Perjalanan dimulai setelah memakan waktu beberapa bulan untuk pengumpulan dana Meeting Point dan yang lainnya.

Kumpul di Kampus tercinta LP3I Plumpang Jam 6.30 Pagi, namanya orang indonesia gak afdol banget kan kalo gak ngaret, akhirnya berangkat jam 8.00 pagi .

Setelah semua kumpul, akhirnya persiapan memasuki Bus dan Absen untuk memastikan semua Alumni sudah berkumpul.

Saat itu angkatan saya tidak terlalu tertarik dengan acara ini,  jadi hanya beberapa yang ikut,  hanya sekitar 8 orang dari Puluhan mahasiswa angkatan kami.

Perkiraan tiba di Lokasi Gathering  adalah pukul 13.00, namun karena terjebak kemacetan akhirnya meleset juga perkiraan tiba menjadi pukul 14.00.

Setelah sampai kami langsung Makan siang bersama di tempat yang sudah disediakan oleh panitia, Makan besar istilahnya Prasmanan, ada dangdutan jadi ada hiburan sedikit.




Selesai makan siang bersama, kami dipersilahkan untuk menempati pondok yang sudah di atur oleh panitia berdasarkan Jurusan masing masing dan tentunya Jenis kelamin.




Sekamar dengan teman sekelas dan Adik junior. ada Fitri, Hanifah dan dela, sedangkan 2 adik junior yang saya lupa namanya.

Penginapannya sangat Nyaman, semua sudah disediakan, Kasur empuk beserta bantal dan guling, Kamar mandi yang disertai Air Panas nya, Ada TV dan Dispenser juga.



Gak nyesel bayar 325.000 untuk dapet Fasilitas ini, dan acaranya juga bener bener untu kita refreshing banget bareng temen temen.

Setelah istirahat, Pukul 19.00 Kami dikumpulkan untuk Acara inti yaitu Pemilihan Ketua IKAL selanjutnya, saat itu yang menjabat Adalah Eday Kuniawan.

Susunan acara demi acara kami ikuti dengan senang hati, mulai dari penyambutan, Sharing Alumni, Pembagian Doorprize, sampai dengan acara inti yaitu Pemilihan Ketua.




Setelah semua acara selesai, kami kembali ke Pondok masing-masing untuk beristirahart, karena tengah malam nanti akan ada acara Bakar2 jagung sederhana.




Karena acara Inti selesai pukul 22.00 Malam, Akhirnya kami memutuskan untuk tidak tidur, sekalian menunggu acara Bakar2, kami menonton TV dan bercanda gurau.

Tiba-tiba secara mengejutkan Pondok sebelah kami Ramai, dikarenakan ada yang meilhat dan mendengar suara aneh dari kamar mandi dan juga pintu yang bergerak dengan sendirinya tanpa ada angin atau yg menggerakkan.

Akhirnya, Panitia menghampiri pondok sebelah kami yang isinya Angkatan 2010 dan beberapa teman kami juga Angkatan 2011 ( wanita ), setelah di Periksa memang ada dan segera di tangani oleh kakak-kakak panitia dan alumni yang lebih mengerti katanya".

Selesai bakar jagung, kami kembali ke Pondok dan Beristirahat, karena Paginya akan ada Jungle Tracking, bukan acara wajib sih, tapi ya seru aja keliling Cikole ini sambil sedikit foto selfi untuk kenangan.

Bangun pagi, Cuci muka dan gosok gigi, kami langsung bergegas keluar, ternyata sudah pukul 7.00, kami kesiangan, dan tertinggal untuk mengikuti Jungle Tracking.
akhirnya kami jalan Jalan ramai-ramai saja seangkatan untuk memetik Strawberi yang ada di atas sana,., Buahnya benar-benar segar karena kami memetiknya langsung dari kebunnya, ada juga Spot Flying Fox, tapi sayangnya masih belum buka karena masih jam 8.00 pagi.



Selesai memetik buah strawberi kami Foto bersama dan kembali ke Podok untu bersih-bersih dan persiapan pulang.



Setelah semua sudah selesai bersih-bersih dan packing untuk pulang, Kami Berfoto bersama Semua Alumni dan Panitia juga Dosen yang hadir, setlah itu persiapan pulang dan masuk Bus.

Ditengah perjalanan, Kami berhenti untuk membeli oleh-oleh yaitu Bolu atau Roti Kartika Sari,

Selesai belanja, kami kembali ke Bus dan melanjutkan Perjalanan sampai Jakarta, Pukul 21.00 Malam, Kami tiba di Kampus Plumpang dan kembali ke rumah masing-masing.














5 Tips Agar Tidak Tersesat Saat Mendaki

1. Bila tersesat , jangan pernah turun ke lembah, naiklah kedataran yang lebih tinggi, agar mudah melakukan orientasi medan.

2. tiap pendaki harus memiliki tekat atau kemauan hidup . tidak hanya ingin tebebas dari ketersesatan yang intinya harus tetap semangat dan jangan panik.

3. Jangan jadikan puncak sebagai tujuan.

4. Jagan pernah merasa sebagai orang terkuat jangan sombong dan jangan sembarangan, harus menjaga sikap dan ucapan juga menjaga diri.

5. sekitar 80 Persen pendaki meninggal dalam keadaan tertidur/istirahat sebab waktu lelah si pendaki tertidur dalam keadaan kondisi badan tidak terlindungi dengan baik, sehingga hawa dingin menyerap dan menurunkan suhu tubuh .


Semoga bermanfaat ya  . .

Touring Cibodas

Suatu ketika aku dan sejumlah teman2 di tempat kerja (andisha) mengadakan acara Touring ke Cibereum dan menginap di sebuah vila, kami berangkat sepulang kami kerja, sehabis magrib saya datang kerumahnya untuk menjemputnya dan kami berkumpul di Semper         ( SMA 75 ) saat itu ada ( saya, ivan, aria, fakhri, hanung, pani, dan Pak jhon ) .

06 september 2013..
Perjalanan dimulai, saat itu hubungan saya dengan ivan baru memasuki satu minggu pertama , dimana pastinya kami masih sangat kaku dan menjaga sikap, masih ada gengsi dan rasa malu. setelah kami berjalan beberapa lama, salah satu dari kami terpisah entah kemana, yang ada difikiran saya saat itu hanya bagaimana nanti ketika kami duduk berdua apa yang harus saya perbincangkan, apa yang harus saya lakukan.. kami beristirahat di pinggiran jalan Alfamart sambil menunggu kabar dari Pani, dan Hanung segera menarik uang kontribusinya dan membeli sebagian makanan untuk dimasak di Vila nanti.
  
Setelah mendapat kabar dari Pani, kalau dia ternyata sudah jauh didepan mendahului kami, padahal yang kami tau dia ada jauh dibelakang kami, ternyata justru dia yang ada didepan kami, langsung saja kami melanjutkan kembali perjalanannya, lama berjalan ternyata kami kembali terpisah kali ini menjadi 2 bagian, saat itu saya dan ivan bersama aria dan fakhri dan yang lain, pak jhon, pani dan hanung jauh didepan kami, cuaca yang sangat dingin karena kala itu kami sudah memasuki daerah puncak semakin membuat semangat saya menggebu2, rasanya ingin sekali cepat2 sampai Vila karena badan yang sudah sangat lelah. 

Hujanpun turun dan rombongan saya memutuskan untuk beristirahat sambil menggunakan jas hujan, dan memesan teh hangat di pinggiran jalan saya terus memandangi ivan yang saat itu nampak sudah lelah, karena dia berboncengan dengan saya, otomatis hanya dia yang menyetir , tidak bisa berpindah posisi seperti aria dan fakhri .

setelah kami menghabiskan minuman dan mengenakan jas hujan, kami melanjutkan perjalanan. sampailah kami ditempat beristirahat hanung dan yg lain( Masjid Attaun ) ,karena saat itu sudah larut malam dan kami belum makan akhirnya kami memesan makanan sebelum melanjutkan perjalanan kembali, 

makanan sudah habis dan waktunya kami menuju Vila, masih sekitar beberapa menit lagi, akhirnya kami menemukan Vila yang cocok dan langsung menempatinya, sesampainya disana, saya langsung membereskan barang barang bawaan saya dan bersih2 badan, karena saya satu2nya wanita yang saat itu ikut, akhirnya diputuskanlah saya yang tidur di atas, namun karena saya tidak berani akhirnya ivan menemani saya di atas, ada 2 3 kamar, di atas 2 dan di bawah 1.

saat itu saya naik lebih dulu karena sudah sangat lelah walau sebenarnya masih sangat ingin berbincang dibawah, namun karena besoknya kami berencana pergi ke Curug Cibereum , kami harus mempersiapkan diri, tidur yang cukup .

setelah beberapa saat kemudian saya terbangun dan melihat ivan sudah naik ke atas, akhirnya kami tidur ..

upssss..
jangan negatif thinking ya . :)


selama perjalanan, terlihat sekali ivan yang begitu perhatian dan khawatir terhadap saya, karena dia tahu kondisi fisik saya yang sangat kurang meyakinkan, dan dia tidak mau sesuatu hal buruk terjadi pada saya. memang dari luar dia terlihat sangat dingin sebagai pria, tapi jika mengenalnya lebih dalam dan lebih dalam lagi, dia adalah sosok lelaki penyayang dan perhatian luar biasa.

07 september 2013..
pagi harinya saya bangun, ternyata sudah ada yang menyiapkan sarapan, akhirnya saya menyantap sarapan tersebut. kami sarapan dan mandi lalu bersiap2 untuk berangkat ke curug, setelah semua siap kami berangkat menuju lokasi, 

Start di Pintu masuk Gunung gede pangrango cibodas, kami berjalan sekitar beberapa jam, bukan hal yang mudah karena letak curug yang ada didalam hutan gunung tersebut, jalan menanjak dan menurun lah yang harus kami lewati.. 


sepanjang perjalanan, ivan selalu ada disamping saya, merangkul dan menuntun juga pastinya menemani saya, sesekali dia menanyakan keadaan saya, apa ada yang sakit, lelah atau tidak.. semuanya membuat saya sangat bersyukur dan berharap semoga selamanya dia akan bersifat seperti ini,..

saat itu saya merasa sudah sangat lelah, saya yang punya masalah dengan Pinggang karena sesuatu hal, akhirnya memilih beristirahat sejenak , dan setelah istrahat kami melanjutkan perjalanan, ditengah2 perjalanan kami selalu berusaha saling menyemangati, aria dan pani yang saat itu kelihatan lelah , sementara fakhri dan hanung juga pak jhon juga merasa lelah namun mereka masih sanggup, setelah beberapa lama kami berjalan dengan diselingi tawa dan lelucon juga foto bersama akhirnya kami sampai di tujuan, Curug Cibereum, perjalanan yang tidak sia2..


langsung saja kami mendekati dan mengabadikan moment tersebut , semuanya mandi di air terjun itu, kecuali saya, karena saya tidak membawa baju lebih , jadi saya memilih untuk duduk dipinggiran sambil menikmati alam dan melihat mereka bermain dari kejauhan, yang tentunya saat itu hanya satu yang saya perhatikan, ivan ,,


setelah lama bermain air, kami foto2 dan kami rasa sudah cukup akhirnya kami turun dan memutuskan kembali ke vila karena kami akan cek out sore nanti, lumayan ada waktu beberapa jam untuk istirahat tidur makan dan
merapikan barang..

perjalanan turun saat itu, tidak selama perjalanan naik, jadi tidak memakan waktu lama, akhirnya kami sampai dibawah tidak lupa membeli oleh2 dan beristirahat diwarung .


saya masih sangat ingat, dia berkata : " nanti ya, kalau ada uang, survey kita jalan lagi , maaf sekarang gak bisa belin oleh2 ".

akhirnya kami pulang dan sesampainya di Vila, kami langsung beristirahat..
saya tidur siang saat itu , karena sangat lelah, dan siangnya kami bersiap2 untuk pulang.. di perjalanan pulang saya merasa ban motor yg saya naiki itu kempes, jalannya tidak beraturan, dan ternyata benar adanya, kempes, entah bocor, atau hanya kempes, saya berharap semuanya baik2 saja..


setelah dikompa , kami melanjutkan perjalanan, disana hanya tinggal saya, ivan , fakhri dan aria sedangkan hanung, pani dan pak jhon sudah lebih dulu pergi, 
lama perjalanan akhirnya kami berhenti, karena fakhri ingin membelikan oleh2 dan dia menawarkan kami untuk mampir ke rumah pacarnya saat itu. tetapi karena sang pacar tidak ada dirumah, akhirnya kami mengurungkan niat itu, dan kembali jalan .

tiba2 pak jhon yang lebih dulu jalan memberi tahu bahwa di mereka sedang terjebak hujan deras, dan tak lama kemudian benar saja , kamipun kehujanan, dan kami memilih berhenti untuk berteduh sambil memakai jas hujan..

hujan saat itu sangat deras, tapi kami berfiir kalau hanya diam disini kapan kami bisa pulang beristirahat dirumah? akhirnya kami memutuskan untuk jalan, meskipun hujannya sangat lebat..
sampai di perjalanan hujan pun sedikit reda, dan kami beristirahat sambil meluruskan kaki dan melemaskan otot , dan hujan kembali menemani perjalanan kami, sampai akhirnya kami tiba di jakarta..

karena sudah larut malam dan sayapun sudah sangat kelelahan, akhirnya fakhri menawarkan saya untuk menginap dirumahnya, kami akhirnya beristirahat disana,  tidur di kamarnya, karena saya satu2nya wanita, saya kembali diistimewakan, tidur di atas kasur , sementara yang lain, dilantai..

saat itu saya sudah tidak mempunyai stok baju kering karena sudah habis dan basah, akhirnya fakhri meminjamkan 1 stel baju untuk saya dan, tak lama saya tertidur pulas.. 

08 september 2013

entahlah , saat itu aria, ivan dan fakhri tidur pukul berapa , yang jelas ketika saya terbangun, mereka masih sangat pulas, padahal matahari sudah menyongsong sangat tinggi..

lalu, kami sarapan dan bersiap2 untuk pulang.. saat itu saya pulang diantar ivan dan bang teguh, pertama kerumahnya ivan, kemudian lajut pulang kerumah saya ..

dari situ perasaan yang sangat luar biasa mulai tumbuh..

aku cinta kamu ivan, ketulusan kamu, perhatian dan kasih sayang kamu yang luar biasa itu, dan saya berharap, kamulah laki- laki yang akan Meminang saya nanti.

Aamiin







Tumbuhan yang bisa di Makan saat DI Alam bebas

tumbuhan yang bisa dimakan saat di hutan

1. Daun semanggi

Mungkin Anda pernah melihat ada rumput kecil di bawah tanah, dan memiliki daun mirip yang berbentuk seperti hati. Inilah daun semanggi atau biasa disebut clover.

Tak sulit untuk menemukan rumput clover. Rumput ini termasuk kosmopolit atau mudah ditemukan di dataran, termasuk hutan Indonesia. Nah, saat tersesat, tanaman inilah yang paling mudah Anda cari untuk bahan makanan. Ambil saja daunnya dan bersihkan kemudian konsumsi.

2. Nanas

Buah nanas tidak hanya bisa ditemukan di pekarangan rumah atau ladang saja. Tumbuhan yang masuk dalam suku Bromeliaceae atau nanas-nanasan ini bisa ditemukan di beberapa hutan yang ada di Indonesia.

Jika melihat ada buah nanas yang sudah cukup matang, Anda bisa memakan bagian buahnya. Keluarkan pisau lipat Anda, dan potong kecil-kecil daging buah. Jika membawa garam, nanas sebaiknya direndam dulu di air garam untuk meminimalisir getah.

3. Begonia

Anda tahu tanaman begonia? Biasanya tanaman ini dipajang di depan rumah sebagai hiasan. Nah, ternyata begonia juga banyak ditemukan di dalam hutan. Ciri-cirinya adalah tumbuhan ini berbulu di bagian tangkai hingga daun.

Meski tanaman berbulu biasanya tidak layak dikonsumsi, begonia bisa Anda manfaatkan sebagai bahan makanan jika sedang tersesat di hutan. Potonglah daun dan tangkainya kecil-kecil sebelum dimakan. Jika Anda membawa alat masak, sebaiknya direbus dulu sebelum dikonsumsi.

4. Pisang

Nah, siapa yang tidak kenal dengan pisang? Buah yang berasal dari famili Musaceae ini biasanya bisa Anda temukan di dalam hutan yang banyak dihuni monyet atau kera. Cukup ambil buahnya yang sudah matang, Anda pun mengonsumsinya.

Bagaimana kalau pohon pisang yang Anda temukan, belum berbuah? Jangan khawatir, belahlah batang pisang tersebut. Ambil batang muda di bagian paling tengah batang pisang. Batang muda itu bisa dimakan, walaupun rasanya tawar

5. Pohpohan

Pohpohan adalah salah satu tumbuhan yang sudah biasa dijadikan lalapan di rumah-rumah. Tumbuhan berdaun lebar ini ternyata banyak ditemukan di hutan Indonesia. Biasanya, bagian pohpohan yang sering dikonsumsi adalah bagian daun mudanya.

6. Paku sayur

Salah satu tumbuhan yang banyak ditemukan di dalam hutan, terutama hutan Indonesia adalah jenis paku-pakuan. Tanaman paku memiliki ciri daun bergerigi, dan biasanya ada banyak kantung spora seperti bintik-bintik hitam di bagian bawah daun.

Nah, jika Anda bertemu tanaman seperti ciri-ciri di atas, berarti Anda dihadapkan dengan tanaman paku. Tanaman ini juga biasa dijadikan lalapan, sehingga disebut paku sayur. Sama seperti pohpohan, bagian tumbuhan paku yang bisa dinikmati adalah daun mudanya.

7. Rotan

Nah, selain paku tumbuhan lain yang banyak ditemukan di hutan Indonesia adalah rotan. Biasanya rotan hutan menjadi musuh utama para pendaki karena duri yang menyelimuti seluruh batangnya.

Namun ternyata tumbuhan ini bisa menjadi sahabat ketika Anda tersesat. Buah dari rotan yang masih muda aman untuk dimakan langsung. Sedangkan batangnya menyimpan air yang bisa untuk diminum.

8. Buah lo

Mungkin Anda belum pernah mendengar namanya. Ini adalah buah yang dihasilkan dari pohon elow. Beberapa daerah menyebutnya dengan nama buah lo atau elow. Sama seperti tanaman lain, buah lo banyak ditemukan di dalam hutan.

Buah ini berbentuk bulat dengan kulit hijau sedikit mengkilap. Jika dibelah, Anda bisa melihat bagian dalam buah yang diisi banyak biji-biji kecil, seperti bagian dalam buah nangka. Buah lo bisa dimakan mentah atau direbus. Saat mentah buah ini terasa agak asam, namun setelah direbus buah ini terasa manis.

9. Bambu

Saat tersesat dan kehabisan bahan makanan, tengoklah ke sekitar Anda, kali saja ada pohon bambu. Jika ada ambil bagian pangkal bambu muda yang biasa disebut rebung. Potong-potong hingga kecil dan konsumsi bagian yang tidak terasa pahit.

10. Selaginella



Satu lagi tumbuhan yang banyak ditemukan di hutan, yaitu selaginella. Ini adalah tanaman berdaun kecil seperti jenis paku-pakuan lainnya. Ya, selaginella memang masuk dalam kelompok paku.

Cara Menghemat Baterai Saat Dialam Bebas

1. MATIKAN FUNGSI GETAR
Menghidupkan fungsi getar pada ponsel ternyata cepat menghabiskan isi baterai. Jadi agar baterai ponsel awet, matikan fungsi getarnya.

2. MATIKAN GPS DAN WI-FI
Global Positioning System ( GPS ) dalam ponsel adalah radio mini yang berkomunikasi dengan satelit untuk mengetahui lokasi Anda. Karena itulah, aplikasi ini dapat menghabiskan baterai. Begitu pula dengan fasilitas wi-fi, jadi matikan apabila tidak diperlukan.

3. MATIKAN BLUETOOTH
Seperti GPS, bluetooth juga menggunakan gelombang radio ketika beroperasi. Jadi, matikan perangkat ini untuk menghemat baterai.

4. MATIKAN APLIKASI YANG TIDAK DIPERLUKAN
Aplikasi - aplikasi seperti game, social media, dan lain sebagainya juga memakan banyak energi baterai. Setidaknya, jangan hidupkan semua aplikasi tersebut pada saat bersamaan.

5. KURANGI RESOLUSI LAYAR PONSEL
Semakin terang nyala layar ponsel Anda, semakin besar energi yang dihabiskan. Untuk menghematnya, redupkan layar ponsel Anda.

6. DINGINKAN PONSEL
Baterai sangat dipengaruhi oleh panas, dan semakin panas, maka baterai rentan rusak. Hindari ponsel dari panas dengan cara menyimpannya di tas daripada membawanya dalam kantong celana atau baju.

7. MATIKAN KUNCI OTOMATIS
Pastikan layar bebas dari berbagai macam aplikasi, salah satunya adalah mode kunci otomatis. Mematikan kunci otomatis dapat menghemat besar energi baterai Anda.

8. MATIKAN MODE 3G
Bila mungkin, matikan jaringan 3G Anda dan ubahlah menjadi jaringan 2G. Jaringan 2G memang lebih lambat koneksi internetnya, namun lebih sedikit menghabiskan energi baterai.

9. UBAH KE MODE PENERBANGAN
Secara singkat, untuk menghemat energi baterai ponsel dengan cara cepat adalah mengaktifkan mode penerbangan. Dengan ini, semua GPS, bluetooth, wi-fi, dan jaringan ponsel akan otomatis mati, namun ponsel tetap dapat digunakan untuk bermain game atau mendengarkan musik.

Cara Merawat Carrier

1. Kosongkan tas
Hal pertama yang harus dilakukan saat akan merawat tas adalah mengosongkan Carrier Anda dari barang - barang yang sebelumnya ada di dalamnya. Pastikan juga tidak ada makanan yang tertinggal. Barang - barang yang tertinggal bisa mengundang jamur yang akan merusak tas.

2. Cuci Carrier setelah digunakan
Setelah tas dikosongkan, cuci Carrier Anda sampai bersih. Setelah dipakai, tas pasti kotor terkena debu atau pengotor lainnya. Tanpa disadari, kotoran yang dibiarkan menempel bisa merusak tas terutama bahannya. Oleh karena itu, sangat penting mencuci tas setelah digunakan. Selain itu, dengan mencuci, tas Anda juga bisa tampak lebih bersih seperti baru kembali.

3. Beri kapur barus
Musuh utama tas adalah jamur. Jamur bisa datang bila udara di dalam tas lembab. Jamur yang dibiarkan berada di tas tentu bisa merusak bahan tas, menjadi rapuh dan menyebabkan bau yang tidak sedap. Untuk mencegah itu semua, sebaiknya masukan kapur barus sebelum menyimpan tas. Langkah ini sangat efektif untuk mengusir jamur.

4. Bungkus tas Carrier dengan plastik
Debu yang beterbangan bisa menempel dimana saja termasuk Carrier Anda. Setelah dicuci dan diberi kapur barus, simpan tas dengan membungkusnya menggunakan plastik. Pastikan plastik menutup seluruh permukaan tas, dan jangan biarkan ada bagian yang terbuka, yang memungkinkan debu masuk. Jangan biarkan juga tali yang ada di Carrier Anda menjuntai kemana - mana, karena akan sulit dirapihkan kembali nantinya.

5. Pastikan Carrier tidak tertindih barang berat
Carrier yang telah dibungkus rapi dengan plastik sudah siap untuk disimpan di lemari penyimpanan. Hal yang harus diperhatikan saat menyimpan tas adalah jangan biarkan ada barang berat yang menimpanya. Barang berat yang berada di atas ransel atau Carrier bisa mengubah bentuk punggung tas, yang berfungsi sebagai penyanggah. Anda tentu tidak ingin merasa berat saat membawa tas bukan?

6. Paripurna
Setelah terawat dengan baik, jangan kemudian di jual atau di gadaikan! Tetapi ini terserah Anda sebagai pemilik sah nya. Tetapi bila tas Carrier tersebut hasil pinjaman, silahkan dikembalikan.

Pendakian Ke III GN. Papandayan

Saat ini, aku sangat senang karena sebentar lagi, saya akan kembali ke kegiatan yang sudah sangat lama saya rindukan, yaitu mendaki...

Tujuanku kali ini adalah Pangrango, bersama dia yang ku sayang dan teman-temanku juga temannya..
kebetulan, minggu ini ada tanggal merah di hari jum'at pada tanggal 18 april nanti, kami berangkat pada kamis malam jumat, agar waktu tidak terlalu mepet dan kami bisa menikmati keindahan alam dengan nikmat...

ada dua pilihan, Pangrango atau Papandayan, keduanya sama-sama belum pernah ku kunjungi, jika saya berangkat ke Pangrango, saya akan ditemani oleh Dia yang ku sayang, namun jika saya ke papandayan sayaakan ditemani oleh ke 3 sahabatku dan kakak senior sewaktu kami sekolah dan berada di organisasi Damarpala..

Tapi aku bingung, karena disisi lain, aku masih belum yakin dengan kemampuanku ini, memang sudah lumayan lama pinggang tidak terasa sakit lagi.. tapi aku takut jika nanti ditengah hutan sana, aku menyusahkan mereka semua, tapi apapun itu aku harus kuat, karena saat inilah saat yang aku nantikan...

tunggu ceritaku lagi nanti ya..


Nahh, dilanjut yaa, orangnya sudah pulang dari Papandayan soalnye..



Jakarta, Kamis 17 April 2014

Kami berencana kumpul malam hari setelah semua aktivitas pagi sampai sore hari kami tuntaskan, kami ada 2 rombongan total ada 15 orang.

Sorepun tiba, akhirnya kami ( Ka mahrus, Ka faisal, Eka, Melin, Ipeh ) bersiap-siap untuk kumpul ditempat yang sudah kami rencanakan, yaitu di DM, dan ( suci juga hairul ) temannya ka faisal, mereka menunggu kami di terminal guntur garut, sedangkan mereka ( Ivan, Mas garut, Jambrong, Minyak, Ibenk, Fakhri, Aria ) menunggu di Kost Mas Garut alias Jarwo, namun karena kebiasaan rakyat indonesia ya bagini, ngaret padahal janjian jam 19.00 tapi alhasil kumpul dan Start ke Mambo jam 20.30 kemaleman deh.

Saatnya brangkat, dimulai dari Halte Enggano pada pukul 21.15 lanjut transit ke halte Uki dan berakhir dirambutan, bukannya gak cinta sama jakarta, memang enak naik busway, tapi kalo sepi, nah kalo rame kaya gini ya alhasil begitu, gak dapet tempat duduk sempit-sempitan bahkan sempet misah sama rombongan, Ivan, Mahrus sama Aria gak kebawa pada saat itu, tapi gak lama kemudian kami tiba di Kp. Rambutan, mereka sudah ada dibelakang kami, istirahat sebentar lanjut cari Bis arah ke Garut, tepat pukul 24.10.

Begini gak enaknya naik omprengan kalo tengah malem, udah susah, harga pada mahal, alhasilpun naik Bis berdiri gak ada yang duduk karena kursi sudah penuh, capek berdiri duduk dibawah sambil tidur bareng-bareng, kasihan liat doi, kayaknya khawatir banget dari berangkat sampe sekarang merhatiin, nanya tas yang dibawa berat atau gak, sampe-sampe tadinya bawa carriel, eh pas ketemu rombongan, tasnya diganti sama punya ka Fakhri yang agak enteng..


Entah apa yang terjadi, tiba-tiba ditengah perjalanan, Bis yang kami tumpangi banyak keluar asap, mungkin karena bisnya sudah tua alhasil kepanasan mesinnya, kami semua panik karena banyaknya asap yang keluar, akhirnya bis berhenti dan kami diinstruksikan untuk turun, terlantar dijalan tol, entah Tol dimana, saya tidak tahu, karena sepanjang perjalanan gelap menemani kami.

Sampai beberapa jam, akhirnya Bis kembali dijalankan dan kami masuk kembali, ada sebagian yang memilih turun dan mencari bis lain, tapi kami tetap pada pendirian kami memilih Bis tua ini, disana juga kami banyak bertemu rombongan yang hendak mendaki, banyak tujuan mereka, dan rata-rata menuju ke Papandayan, kalau yang distasiun itu banyak yang ingin ke Gede.

Setelah beberapa jam bis berjalan, entah musibah apa lagi, ternyata bis kembali mengalami keganjalan setelah diperbaiki akhirnya bis kembali beroprasi, namun, tak lama kemudian bis kembali mengalami kerusakan, , ternyata memang harus diganti, sungguh perjalanan yang sangat panjang, dan akhirnya kegundahan datang pada kami, apa yang harus kami lakukan, tetap pada bis ini atau pindah ke bis lain, namun pasti akan memakan biaya yang lebih dari perkiraan, tapi kalau kaimi tetap disini, kapan kami sampai ke papandayan???

Padahal sebelumnya estimasi sampai garut hanya 4 jam, tapi karena banyaknya halangan yang datang pada perjalanan kami, akhirnya kami estimasi tersebut meleset, dan kami tiba di Tanjung garut pada pukul 09.00, itu masih jauh loh, sekitar satu jam setengah lagi waktunya ke Cisurupan.

Terik sekali siang itu diGarut, akhirnya kami tiba di Cisurupan walaupun sebelumnya ada kejadian yang tidak mengenakkan, kami diberhentikan tepat didepan Terminal Guntur oleh pereman terminal, pada saat kami hendak menjemput Suci dan Hairul, mereka bilang ini daerah khusus angkot mereka, yang lain tidak boleh masuk daerah sini, akhirnya setelah kami coba untuk bicara kepada mereka, tetap saja kami disuruh pindah ke angkutan yang seharusnya beroprasi disana, yang tadinya kami sudah nyamanm packing tas diatas angkot yang kami sewa saat di tanjung, namun kami harus turun dan pindah angkutan umum, yang didalamnya sudah berpenumpang 2 orang, jelas saja tidak bisa menampung kami sejumlah 15 orang dan akhirnya jambrong ( satrio ) duduk diatas bersama Carriel kami. gokil abis deh..


Akhirnya kami sampai dicisurupan, kami langsung mencari angkutan yaitu losbak, dan lagi-lagi kami bertemu dengan pereman yang sangat menjengkelkan, kami dipisah menjadi 2 rombongan, losbak pertama 10 orang dan yang losbak yang kedua 5 orang namun dicampur menjadi 13 orang per losbak, alias kami kena tipu .. 


Awal yang menantang, naik losbak dengan track jalan yang gak karuan arahnya, lubang hancur sekali jalanan disana, hanya bisa dilewati oleh motor trail dan mobil sport sepertinya, diguncang habis kami dilosbak, kekanan kekiri semua bergoyang, pinggang rasanya mau patah kepala gak karuan pusingnya, tapi ini baru awal, gak boleh kalah sebelum berperang yo..



Dan kami tiba di Pos papandayan, istirahat di warung sejenak sebelum melanjutkan perjalanan ke atas, yaitu pondok salada tempat kami akan bermalam dan mendirikan tenda,








Berangkat, awal masih sangat mudah untuk lewati, kami berjalan beriringan dengan pelan tapi pasti menikmati alam Mu yang indah ini ...



Tak lama aroma blerang menemani perjalanan, ditemani pemandangan pohon-pohon dan batu-batuan yang indah, dan sedikit tanjakan juga banyak bonus alias tanah datar itu yang saya suka hihihi. maklum berat badan sudah tak mendukung lagi nih.. 



kami tiba di Hutan mati pada sore hari, jadi gak terlalu gersang dan bisa foto-foto walau sebentar karena tujuan kami bukan disana tapi di pondok selada dan puncak, 

sempat kebingungan pilih jalur, banyak jalur disini, tapi untungnya masih ada mata yang jeli dan masih ada cahaya, jadi kami bisa menemukan jalur yang tepat dan tiba di pondok selada dengan selamat, sementara jambrong, ivan, ibenk nyari kayu buat penngganti pasak dan buat api unggun , kami mendirikan tenda dan menyiapkan untuk makan malam, setelah semuanya siap kami masuk ketenda dan persiapan makan malam bersama.


Pagi dini hari sekali, sekitar pukul 03.10 Wib, kami dibangunkan oleh Mas Garut, mereka sengaja bangun pagi karena ingin ke puncak dan melihat Sunrise, saat itu hanya, Ivan, Mas garut, jambrong, ibenk, minyak dan fakhri yang pergi ke puncak, karena ka mahrus yang masih gak enak badan, dan isol yang masih tidur juga yang lain, sayapun bingung ikut atau tidak, akhirnya saya putuskan untuk tidak kepuncak dan beristirahat di tenda sambil memepersiapkan makan pagi, setelah matahari mulai naik, akhirnya rombongan yang pergi ke puncak tiba dan kami sedang mempersiapkan untuk makan pagi.



Pertama kalinya semenjak Naik, baru kali ini masak, ya walaupun cuma siapin bahan-bahan seperti iris sayuran dan yang lain tapi saya bangga karena ini pertama kalinya saya mencoba, ya biasanya dikasih tugas buat daerah lapangan dan ini di daerah dapur, biasanya megang tenda sama flysheet sekarang pegang piso daput dan kompor juga bahan-bahan.



Setelah makan pagi, kami istirahat sambil kumpul ya, sekedar duduk ditenda dan bercanda saling ejek ceritanya,  setelah itu ka faisal mengajak ka mahrus dan yang lain ke puncak, yang tadi pagi gak ke puncak, saya juga sempat diajak namun saya urungkan niat itu, karena saya harus berfiir dua kali, nanti ada yang salah faham, ya serba gak enak juga, dan akhirnya saya hanya terdiam di tenda dan mencari
 kesibukan dengan merapihkan tenda dapur yang sangat berantakan juga mencuci sebagian oiring yang sudah dipakai tadi pagi, setelah semua beres, saya dan ivan masuk ke tenda untuk istirahat, sambil menunggu rombongan Ka faisal turun dari puncak, pinggang sudah mulai berasa ngilunya karena udara semalam yang sangat menusuk walaupun sudah pakai sleeping bag masih saja kedinginan dan menggigil.



Mulai khawtir karena mereka belum tiba dari puncak sementara cuaca semakin mendung, kabut mulai turun dan gerimis kecil membasahi area pondok selada, daannnnn akhirnya mereka tiba, hilang semua kekhawatiran dan kecemasan yang ada diotak saya, setelah mereka tiba mereka semua beristrahat masuk ke tenda masing-masing, karena hujan yang turun kamin lebat, akhirnya ka mahrus memutuskan untuk keluar mengecek tenda kami, dan benar saja, bocor dan rembes, biar cuma sedikit tapi lama-lama menjadi bukit.

Ivan, ka mahrus ka faisol sibuk membuat parit, agar airnya mengalir dan tidak mengendap dibawah tenda, sementara Jambrong membawa tasnya ke tenda ka mahrus untuk diselamatkan dari basahan, jelas saja tenda mereka kurang lengkap , tenda pramuka yang tidak ada alasnya dan tidak ada pintunya hanya bermodalkan Lakban,




setelah hujan berhenti, akhirnya tiba diwaktu makan malam, kali ini dapur dikuasai oleh Ivan and the Gank,mereka yang memasak dimalam kedua ini, rasanya ya lumayan, banyak sekali menu pada pendakian kali ini.


setelah makan, kami beristirahat sambil menyalakan api unggun, lumayan buat menghangatkan badan, walau cuma sebentar karena hujan kembali datang, dan akhirnya api unggun mati dengan sendirinya, malam ini saya hanya tidur ber3 dengan ipeh dan eka karena melin pindah tenda di sebelah, sepertinya dia kedinginan, hihihi..

malam terakhir berada disini, tempat yang asri dan nyaman, walau banyak ulat bulu, yang bikin gak tenang, hehehe..


pagi harinya kami bangun dan bersiap untu packing dengan sebelumnya diawali dengan sarapan, semua logistik diusahakan dimasak agar tidak terbuang sia-sia dan isi tas ringan saat turun nanti, setelah semua siap, breefing dan opsih sebentar, waktunya berdoa dan melangkah meninggalkan pondok salada papandayan.



jalur pulang tidak sama dengan jalur naik, kalau sebelumnya kami melewati hutan mati, kali ini kami melewati sungai, jalurnya lumayan licin tapi sangat singkat, walaupun ada sediti tanjakan namun cukup menguras tenaga, saya pikir sudah tidak ada lagi namanya tanjakan , tapi ternyata masih ada, masih belum berakhir, lama berjalan akhirnya kami tiba di bawah, warung beristirahat dan makan sejenak sebelum melanjutkan perjalanan pulang ke jakarta